KPU DKI mengadakan In House Training Kepemiluan Kedua

22-04-2020    16:00:00 Dibaca : 93 x

jakarta.kpu.go.id (22/04). Setelah sukses melaksanakan In House Training pertama pada 9 April 2020 lalu, KPU DKI Jakarta kembali melaksanakan in house training kedua dengan tema Peluang dan Tantangan Tata Kelola Penyelenggaraan Pemilu pada Kondisi Force Majeure Pandemic Covid 19. In house training ini dilaksanakan pada Rabu 22 April 2020 mulai pukul 13.00 s.d. 15.00,  dilaksanakan secara online menggunakan aplikasi Google meet dan menghadirkan narasumber antara lain Aditya Perdana (Direktur Eksekutif  Puskapol UI)  dan  Ilham Saputra (anggota KPU RI divisi SDM).

In house training ini dibuka oleh ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos. Dalam sambutannya Betty mengatakan acara ini adalah salah satu upaya KPU DKI Jakarta untuk tetap produktif dengan bekerja dari rumah atau work from home. "Kita juga Mengundang partisipasi dari KPU provinsi di luar DKI Jakarta selain peserta tetap yaitu jajaran komisioner dan sekretariat KPU provinsi dan KPU Kabupaten/Kota se DKI Jakarta." Ujar Betty menutup sambutannya.

Ilham Saputra menyampaikan presentasi mengenai apa saja yang bisa dilakukan oleh KPU se Indonesia selama masa pandemic Covid 19 ini. Selain itu Ilham juga menyampaikan dengan kondisi saat ini kita jadi terbiasa menggunakan aplikasi meeting online. Mengenai tahapan Pilkada yang ditunda, KPU RI tidak ingin mengambil resiko penyelenggaraan tahapan Pilkada menjadi salah satu penyebab meluasnya wabah. "Kita juga tidak ingin membahayakan keselamatan penyelenggara pemilu dari tingkat pusat sampai ke tingkat daerah, peserta pemilu, dan pemilih yang berpartisipasi dalam mensukseskan tahapan Pilkada serentak 2020." ujar Ilham.

Sementara itu Aditya perdana menyampaikan bahwa saat ini ini mutlak diperlukan Perpu terkait penundaan Pilkada serentak 2020. Penyelenggaraan Pilkada 2020 baru bisa dilanjutkan setelah pihak yang berwenang mencabut status darurat kesehatan pandemic Covid 19. Berbeda dengan Korsel yang tetap melaksanakan pemilu di saat pandemic, kondisi negara kita belum cukup siap untuk melaksanakan tahapan seperti mereka. Saat ini covid 19 di negara Korsel sudah tidak lagi menjadi isu utama. Masyarakat di sana sangat percaya bahwa pemerintahan mereka dapat menyelesaikan masalah kesehatan tersebut. Sehingga saat ini kehidupan di Korsel sudah mulai normal. Aktivitas ekonomi sudah berjalan seperti biasa, bahkan para turis sudah mulai berdatangan mengunjungi tempat wisata di Korsel. Dengan kondisi seperti ini, maka wajar apabila pemilu di Korsel tidak terpengaruh oleh pandemic Covid 19. "Saya melihat waktu yang lebih tepat untuk melaksanakan Pilkada serentak di Indonesia adalah pada tahun 2021." pungkas Adit.
File Lampiran :