KPU Provinsi DKI Jakarta Buka Sekolah Pintar Pemilu

01-09-2020    15:55:00 Dibaca : 280 x

jakarta.kpu.go.id - Dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan di bidang pemilu dan demokrasi, serta untuk mempersiapkan keberadaan pemilih yang cerdas dalam Pemilu, KPU Provinsi DKI Jakarta membuka program Sekolah Pintar Pemilu (SPP). Kegiatan dilakukan secara online melalui media aplikasi zoom. Kegiatan terbuka untuk umum termasuk siswa SMA dan sederajat, mahasiswa, maupun guru dan dosen.

Kegiatan telah dibuka pada hari ini, Selasa, 1 September 2020 jam 13.00 WIB dan akan berlangsung seminggu sekali tiap hari Selasa sampai dengan tanggal 20 Oktober 2020 mendatang.
Dalam sambutan pembukaannya, Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos mengatakan bahwa, masih di tengah-tengah pandemi covid-19 ini, KPU Provinsi DKI Jakarta terus melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih, salah satunya melalui program SPP ini.

“Pendidikan pemilih memberikan aspek kognisi secara terus menerus dan berharap nantinya proses demokratisasi berjalan semakin baik, khususnya di DKI Jakarta.”Kata Betty.
Lebih jauh Betty mengharapkan agar seluruh peserta dapat berpartisipasi secara penuh dalam kegiatan ini, sehingga akan menghasilkan output yang baik.

Pada kegiatan pembukaan SPP ini hadir Anggota KPU RI Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi yang turut memberikan sambutan dan arahan.
Dalam arahannya Dewa, memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan ini. Dalam rangka sosialisai dan pendidikan pemilih KPU RI bersama KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota telah mengadakan berbagai kegiatan dan inovasi, di antaranya melalui Rumah Pintar Pemilu (RPP) yang terus berkembang dan menjadi Rumah Pintar Pemilu Digital, dan kemudian semakin berkembang lagi sehingga menjadi Sekolah Pintar Pemilu (SPP).

Dewa berharap mudah-mudahan SPP KPU Provinsi DKI Jakarta ini berjalan dengan baik dan lancar, karenanya agar dipersiapkan dengan baik materi, kurikulum dan silabus yang dapat dipelajari dan disampaikan dalam program SPP ini.

Lebih jauh dia berharap dengan SPP ini, pada saatnya nanti bisa peserta dapat memberi kontribusi, baik dari tingkat adhock hingga menjadi penyelenggara pemilu menggantikan anggota ataupun komisioner yang saat ini menjabat, karena waktu dan jabatan sebagai komisioner juga dibatasi.
“Akhirnya selamat kepada KPU Provinsi DKI Jakarta atas dibuka dan diluncurkannya program SPP ini, terimakasih kepada pemateri yang telah mengampu materi, dan semoga kepada peserta dapat menerima materi dengan sebaik-baiknya”. Pungkas Dewa.

Sementara Binsar ST Siagian selaku Kepala Bagian HTH KPU DKI dan penanggung jawab kegiatan dan penjelasannya mengatakan, sebagai penyelenggara pemilu, KPU DKI Jakarta memandang perlu diadakannya kegiatan SPP ini agar semakin mengingkatkan partisipasi masyarakat pemilih, serta meminimilasir angka “golput” pada pemilu-pemilu yang akan datang, walaupun prosentase pemilih pada Pemilu 2019 cukup tinggi dan sudah melampaui target secara nasional.

Lebih jauh Binsar menjelaskan maksud diadakannya kegiatan SPP ini adalah untuk menambah wawasan kepemiluan, mengingkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu serta memperluas jejaring sosialisasi khususnya untuk menyebarluaskan informasi seputar pemilu dan dan hal yang berkaitan dengan kepemiluan.

Sejak dibukanya pendaftaran program SPP ini, animo masyarakat untuk mengikutinya sangat luar biasa besar. Dari target minimal yang “hanya” 200 orang perserta, sampai dengan ditutupnya pendaftaran pada tanggal 31 Agustus 2020 tercatat sebanyak 459 peserta yang mendaftar, dengan latar belakang pelajar/mahasiswa tercatat 146 (31,59%), guru/dosen 25 (5,45%), Wiraswasta 89 (19,39%), karyawan/pegawai/staf 63 (17,73%), ASN/pemerintahan 18 (3,92%), ibu rumah tangga 23 (5,01%), belum bekerja/fresh graduate 25 (5,45%), ormas/LSM 8 (1,74%), professional 12 (2,61%), lain-lain (11,11%).
File Lampiran :