KPU Provinsi DKI Jakarta Sukses Gelar Webinar

01-07-2020    15:45:00 Dibaca : 154 x

jakarta.kpu.go.id - Hari ini, Rabu, 1 Juli 2020, KPU Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar kegiatan Web Diskusi Kepemiluan KPU DKI, yakni kegiatan seminar (nasional) dengan mengangkat tema Membaca Arah Penyelenggaraan Pilkada Dalam Draft RUU Pemilu.

Tak tanggung-tanggung dalam kegiatan seminar kali ini, KPU Provinsi DKI Jakarta menghadirkan 4 nara sumber yang sangat berkompeten di bidang kepemiluan. Mereka adalah Juri Ardiantoro yang merupakan Deputi IV Bidang Politik Kantor Staf Kepresidenan (KPS), Dahliah Umar, Ketua Netfid Indonesia, Sumarno, Akademisi dan Betty Epsilon Idroos, Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta. Menariknya seluruh nara sumber pernah menjabat sebagai Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta.

Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta dalam sambutan pembukaan mengucapkan terimakasih baik secara pribadi maupun lembaga kepada semua pihak terutama para nara sumber dan berharap agar seminar ini memberi pencerahan dan semangat dalam penyelenggaraan pemilu.

Dalam seminar ini, peserta yang mengikuti tidak hanya dari kalangan intern dari keluarga besar KPU Provinsi DKI Jakarta, namun membuka selebar-lebarnya pendaftaran untuk umum. Oleh karena tema dan nara sumber yang sangat kompeten tersebut, pendaftar yang ingin mengikuti kegiatan ini membludak dan telah memenuhi kuota yang disediakan. Dari catatan panitia, pendaftaran terpaksa sudah ditutup 2 (dua) hari sebelum pelaksanaan seminar karena kuota sudah tidak memungkinan untuk menambah peserta.

Jalannya seminar pun sangat menarik, keempat nara sumber dengan sangat gamblang dalam menjelaskan berbagai permasalahan kepemiluan yang selama ini terjadi, sehingga diharapkan dalam Draft RUU Pemilu nanti berbagai problematika penyelenggaraan pemilu dapat diakomodir, baik dari segi pelaksanaan pemilu maupun penyelenggaranya.

Sebagai closing statemen para nara sumber sepakat dan berharap RUU Pemilu ini bisa menjadi landasan yang sangat kuat dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia sehingga menghasilkan hasil pemilu yang lebih legitimate.



File Lampiran :