Perbaiki Kualitas Daftar Pemilih, KPU DKI Jakarta Diskusikan Efektifitas Sistem Daftar Pemilih Berkelanjutan

27-10-2020    18:05:00 Dibaca : 74 x

jakarta.kpu.go.id - Dalam upaya meningkatkan daftar pemilih dalam pelaksanaan Pemilihan Umum, KPU Provinsi DKI Jakarta mengadakan diskusi bertajuk Menimbang Efektifitas Sistem Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) dalam meningkatkan kualitas Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Diskuasi dilaksanakan dengan cara daring melalui aplikasi zoom meet pada Selasa, 27 Oktober 2020, dan dibuka oleh Plh. Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta, Nurdin.

Dalam sambutan pembukaan, Nurdin menjelaskan bahwa daftar pemilih berkelanjutan merupakan amanah UU Nomor 7 Tahun 2017 dalam upaya meningkatkan data pemilih yang akurat dan mutakhir, sehingga diperlukan pemutakhiran secara terus menerus dan saat ini telah dilakukan, yakni 1 bulan sekali di tingkat KPU Kabupaten/Kota dan di tingkat provinsi 3 bulan sekali.

“Mudah2an dengan diskusi ini dapat memberikan pemahaman yang imperehensif tentang daftar pemilih berkelanjutan.” Terangnya.

Diskusi kepemiluan ini menghadirkan Viryan Aziz, Anggota KPU RI, Dr. Ferry Kurnia Rizkiansyah, Direktur Netgrit, Dhany Sukma, Kepala Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta dan Deti Kurniawati yang merupakan Anggota KPU Provinsi DKI Jakarta.

Dalam paparannya Viryan menjelaskan bahwa daftar pemilih kerap kali menjadi masalah dan tidak akan pernah sepi dari masalah, dan ini bukan mengenakkan bagi penyelenggara . Ini adalah persoalan klasik dalam setiap Pemilu. Sehingga dengan diskusi ini diharapkan dalam pemilu nanti semua persoalan tentang daftar pemilih dapat terselesaikan secara terstruktur

Sebagai pembicara kedua adalah Ferry Kurnia Rizkiyansah, yang menjelaskan tentang aspek-aspek penting dalam pemutakhiran daftar pemilih, di antaranya aspek regulasi seperti undang-undang, aspek infrastruktur antar stakeholder, metode (singkronisasi dalam sitem) yang memadai dan aman, anggaran yang menunjang dan aktifitas lapangan, baik pasca pemilu, kelembagaan dan partisipasi aktif masyarakat.
Lebih jauh Ferry merekomendasikan agar permasalahan data pemilih tidak terulang dari pemilu ke pemilu, maka metode pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan perlu segera diterapkan, dengan memperhatikan aspek-aspek penting pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan.

Sementara Dhany Sukma, Kepala Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta menjelaskan bahwa di Kementrian Dalam Negeri juga ada sistem kependudukan. Sistem kependudukan tersebut diambil dari berbagai sistem data kependudukan yang ada yang bisa diitegrasikan dengan sistem yang dimiliki oleh KPU sehingga menjadi data pemilih yang akurat. Karenanya perlu sistem-sistem tersebut diintegrasikan dan dikolaborasikan untuk menghasilkan daftar pemilih yang lebih berkualitas.

Sementara Deti Kurniawati menjelaskan bahwa KPU Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan pleno penetapan rekapitulasi daftar pemilih berkelanjutan triwulan ketiga tanggal 20 Oktober 2020 lalu. Dalam rekapitulasi daftar pemilih berkelanjutan tersebut dihasilkan bahwa jumlah pemilih Provinsi DKI Jakarta per Oktober berjumlah 7.828.323 dengan rincian 3.897.158 pemilih laki-laki (49,78%) dan 3.931.165 pemilih perempuan (50,21%).
File Lampiran :