Sekolah Pintar Pemilu KPU Provinsi DKI Jakarta Resmi ditutup dengan Dibuat Ambyar Oleh Membludaknya Peserta

20-10-2020    17:05:00 Dibaca : 113 x

jakarta.kpu.go.id - Setelah berjalan selama hampir dua bulan yang dimulai sejak tanggal 1 September 2020 lalu, kegiatan pendidikan pemilih melalui program Sekolah Pintar Pemilu (SPP) KPU Provinsi DKI Jakarta yang dilaksanakan seminggu sekali pada tiap hari Selasa resmi ditutup. Penutupan SPP ini dilakukan oleh Plh. Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta, Nurdin dan diberikan sambutan oleh Hasyim Asy’ari, Anggota KPU RI Divisi Hukum.

Pada sesi terakhir Sekolah Pintar Pemilu KPU Provinsi DKI Jakarta ini benar-benar ambyar oleh banyaknya peserta yang ikut join. Peserta yang mengikuti kegiatan ini membludak dan tidak dapat tertampung dalam room zoom meeting. Tercatat seribu peserta hadir di room dan lainnya hanya bisa pasrah karena tidak dapat join dan hanya masuk dalam waiting room. Dengan banyaknya peserta yang mengikutinya, bisa dikatakan kegiatan ini benar-benar telah mendulang sukses yang luar biasa.

Dalam sambutan penutupan, Nurdin mengucapkan terimakasih kepada peserta yang telah mengikuti kegiatan ini dari awal sampai akhir dan berharap agar nantinya peserta dapat berpartisipasi dalam program-program pendidikan pemilih lainnya yang diadakan oleh KPU Provinsi DKI Jakarta.

Sementara Hasyim Asyári dalam sambutannya mengucapkan  terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada KPU Provinsi DKI Jakarta yang  telah menggelar kegiatan bermanfaat ini. Kegiatan semacam ini dimaksudkan dalam rangka untuk melakukan pendidikan pemilih dalam menghadapi pemilihan umum ke depan.
“Saat ini di berbagai daerah sedang menjalani tahapan pemilihan kepala daerah. Kegiatan semacam ini sangatlah bermanfaat untuk meningkatkan pemilih untuk menggunakan hak pilihnya, walaupun DKI Jakarta saat ini tidak ikut dalam pelaksanaan Pemilukada serentak” Jelas Hasyim.

Lebih jauh Hasyim menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah langkah maju untuk menyiapkan pemilih untuk menghadapi pemilu .

Pada kesempatan ini Hasyim juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada semua pihak, terutama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan yang turut menyukseskan program ini dengan turut menganjurkan kepada anak sekolah untuk mengikutinya melalui tenaga pendidik yang telah sama-sama melaksanakan pendidikan pemilih ini, serta berharap ke depan terus dirintis dan dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas lagi, misalnya dalam bentuk praktek-praktek seperti pemilihan OSIS dan sebagainya, yang tujuannya untuk mengetahui tata cara penyelenggaraan pemilu di sekolah.

Dalam materi terakhir ini, sebagai nara sumber adalah Sumarno yang merupakan akademisi dan Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta periode 2013-2018. Dalam materinya Sumarno mengetengahkan tema Wajah Pemilu dan Pemilukada di DKI Jakarta dari Masa ke Masa. Hadirnya Sumarno dalam Sekolah Pintar Pemilu ini adalah sebagai pengganti Betty Epsilon Idroos, Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta yang sedang sakit.

Dalam pertemuan terakhir ini juga dipilih peserta terbaik dari rangkaian sekolah pintar pemilu. Kriteria penilaian peserta terbaik ini didasarkan pada kehadiran, nilai pretes dan postes serta keaktifan dalam mengikuti kegiatan dari pertemuan pertama sampai dengan pertemuan terakhir.

Terpilih sebagai peserta terbaik berturut-turut adalah Rawat Capah, Horas Krippen, M. Reza Pahlevi, Maulana Ihsan Algofar, Hera Dwi Meylita, dan Bidney Tiur Sinaga.
File Lampiran :