KPU DKI Jakarta Beraudiensi dengan Pangdam Jaya, Kodam Jaya akan Dukung Tahapan Pemilu Berjalan Aman dan Lancar
Bertempat di Markas Kodam Jaya, Jum’at, 9/9/2022 Panglima Daerah Militer Kodam Jaya Mayjen Untung Budiharto menerima kunjungan audiensi KPU Provinsi DKI Jakarta.
Rombongan KPU Provinsi DKI Jakarta dipimpin oleh Ketuanya, Sunardi dan didampingi oleh Anggota KPU Provinsi DKI Jakarta Muhaimin, Nurdin, Partono dan Deti Kurniawati. Hadir dan turut mendampingi para Komisioner, Kabag Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Partisipasi, dan Hubungan Masyarakat Binsar Siagian dan Kabag Hukum dan SDM, Fikri Errydian Syahidi.
Sementara Pangdam Jaya dalam menerima audiensi ini didampingi oleh Asrendam Jaya Kolonel Inf. Ucu Yustiana, Asintel Kasdam Jaya Kolonel Inf. Jeffry Antonius Bojoh, Asops Kasdam Jaya Kolonel Inf. Ardiansyah dan Aster Kasdam Jaya Kolonel Arm Stefie Jantje Nuhujanan.
Kepada rombongan KPU Provinsi DKI Jakarta Pangdam Jaya mengucapkan selamat datang di Markas Kodam Jaya, seraya mengatakan bahwa Kodam Jaya memahami bahwa saat ini KPU Provinsi DKI Jakarta dan jajarannya sudah mulai menghadapi tugas berat dalam menyelenggarakan tahapan Pemilu 2024.
Untuk itu pihak Kodam Jaya akan senantiasa mendukung KPU Provinsi DKI Jakarta agar tahapan pemilu dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Lebih lanjut Pangdam Jaya mempersilakan kepada KPU Provinsi DKI Jakarta untuk koordinasi dalam hal untuk dukungan Pemilu, agar berkoordinasi dengan Asisten Operasi (Asops), Asisten Teritorial (Aster) dan Asisten Intelijen (Asintel).
Pada bagian lain dalam kesempatan ini, Pangdam berharap kepada KPU Provinsi DKI Jakarta agar dalam pelaksanaan Pemilu nanti disiapkan TPS di luar asrama, hal ini untuk menghindari kesan yang tidak baik. “Karena ini prinsip untuk menjaga netralitas.” tandas Pangdam.
Sementara itu, Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta dalam sambutannya mengucapkan rasa terimakasihnya kepada pihak Kodam Jaya yang telah menerima kunjungan KPU Provinsi DKI Jakarta ini. “Alhamdulillah, pertemuan penting ini dapat terlaksana, setelah sekian kali gagal karena adanya kesibukan di masing-masing institusi.” kata Sunardi.