NGObras Solusi Jilid II, Masyarakat Adat, Perantau, Nelayan dan Pedagang Jadi Sasaran KPU DKI Jakarta Dalam Sosialisasi
KPU Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan sosialisasi dan pendidikan pemilih yang dikemas dalam Ngobras Solusi (Ngobrol Cerdas dan Sosialisasi Pemilu untuk Demokrasi). Kali ini sasaran yang dipilih adalah masyarakat adat, perantau, nelayan, pedagang pasar dan masyarakat umum pada Rabu, 26 Oktober 2022 di Kawasan Ancol, Jakarta Utara.
Kegiatan NGObras Solusi kali ini menghadirkan nara sumber Titi Anggraini, Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), dan Marlina Ismail, Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi DKI Jakarta.
Acara sosialisasi ini dibuka oleh Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta, Sunardi yang didampingi oleh Anggota KPU Provinsi DKI Jakarta Deti Kurniawati, Nurdin, Marlina dan Plt. Sekretaris KPU Provinsi DKI Jakarta Dirja Abdul Kadir.
Selain mereka, Anggota KPU RI Divisi Data dan Informasi yang juga Koordinator Wilayah DKI Jakarta, Betty Epsilon Idroos turut memberikan sambutan serta arahan.Kepada para peserta Betty mengingatkan bahwa KPU RI telah menetapkan tanggal 14 Februari 2024 sebagai hari coblosan Pemilu 2024.
“Walaupun tanggal tersebut masih jauh dari hari ini, namun tahapan sudah dimulai (sejak Juni 2022), yakni 20 bulan sebelum hari pencoblosan, ini adalah amanah Undang-Undang,” ujar Betty.
Betty pun mengingatkan bahwa di Jakarta banyak warisan budaya, baik lokal maupun dari daerah lain karena keanekaragamannya, dan menjadi barometer di Indonesia dalam segala aspek, termasuk dalam kesuksesan pelaksanaan Pemilu.
Sementara Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Sunardi dalam sambutannya menjelaskan alasan kenapa KPU Provinsi DKI Jakarta mengundang para tokoh masyarakat adat, perantau, nelayan, pedagang pasar dan masyarakat umum, karena KPU DKI Jakarta berkeinginan menyebarkan informasi terkait tahapan Pemilu 2024 secara dini kepada masyarakat luas, agar mengetahui informasi lebih awal tentang tahapan Pemilu.
“Masyarakat umum biasanya memperhatikan Pemilihan Umum pada saat menjelang pencoblosan saja. Padahal ada banyak tahapan panjang yang harus dilalui untuk sampai pada hari pencoblosan Pemilu,” kata Sunardi.
Lebih lanjut Sunardi berharap kepada peserta sosialisasi agar menjadi pioneer bagi KPU Provinsi DKI Jakarta untuk menyampaikan infromasi dan pengetahuan yang diperoleh dalam sosialisasi ini agar meneruskan kepada komunitas masing-masing.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Titi Anggraini, Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).
Dalam paparannya Titi Anggraini menguraikan tentang pentingnya meningkatkan partisipasi publik untuk Pemilu yang berintegritas dan berkualitas. Menurutnya Pemilu yang akan datang harus bebas dari isu-isu negatif dan penyebaran hoaks.
Setelah paparan oleh Titi Anggraeni, pemateri selanjutnya adalah Ketua Divisi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Marlina yang menyampaikan materi tentang tahapan pelaksanaan Pemilihan Umum.
Marlina pun berpesan bahwa pada saat ini KPU sedang melaksanakan tahapan pendaftaran, verifikasi dan penetapan Partai Politik untuk menjadi peserta Pemilihan Umum, dan yang bisa dilakukan adalah meneliti masalah keanggotaan partai politik. Karena mungkin di antara peserta, keluarga atau temannya ada yang namanya didaftarkan sebagai anggota oleh partai politik tertentu. Oleh karena itu kepada peserta dia perpesan untuk mengecek namanya dalam https://infopemilu.kpu.go.id/. Dan jika namanya dicatut oleh parpol dapat melaporkan pada menu tanggapan masyarakat dalam website tersebut.
Selain itu kepada para peserta juga dihimbau agar senantiasa mengingatkan komunitas dan khalayak luas untuk mengecek data pemilih melalui https://lindungihakmu.kpu.go.id atau mengunduh aplikasi mobile lindungi hakmu di Play Store.