Rapat Koordinasi Evaluasi Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Tahap II Data Pemilih Pemilu Thahun 2024
Dalam rangka memastikan tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pemilu 2024 berlangsung lancar, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Proses Coklit Tahap II (hari ke-20) di kantor KPU DKI Jakarta pada Sabtu,(4/3).
Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta Sunardi dalam sambutan pembukanya menyampaikan bahwa koordinasi ini penting dalam rangka memastikan kegiatan coklit berjalan dengan lancar.
"Tentu dalam koordinasi ini menjadi penting untuk kita memastikan (progress cakupan coklit), karena waktu Coklit kita sampai 14 Maret 2023. Dalam 10 hari ke depan ini tentu kita berkeinginan sesuai dengan target yang telah ditentukan, bisa 100% clear," tegas Sunardi.
Sunardi juga berharap petugas di kabupaten/kota untuk mendukung petugas pantarlih dilapangan agar bisa menyelesaikan proses Coklit sesuai dengan target yang telah ditentukan.
"Dimohon KPU Kabupaten/Kota dapat mendorong teman-teman Pantarlih untuk bisa secepatnya (coklit) rampung. Paling tidak dalam 7 atau 8 hari ke depan sudah selesai, sehingga 2 hari bisa digunakan dalam proses evaluasi seandainya (proses coklit) memang belum 100%," sambung Sunardi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Provinsi DKI Jakarta Partono menambahkan bahwa hingga hari ini di Jakarta terdapat kenaikan jumlah data yang telah di sinkronisasikan pada aplikasi e-Coklit, namun masih terdapat Pantarlih yang belum sinkronisasi data.
"Per hari ini disampaikan terkait dengan penggunaan yang sudah mengirimkan data sinkronisasi naik dari 64,8% menjadi 90%, artinya masih ada Pantarlih kita yang belum sinkronisasi data. Jadi baru 5.331.000 data pemilih yang sudah tersinkronisasi hasil Coklit kita," kata Partono.
Partono juga memerintahkan petugas di kabupaten/kota agar semua Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) segera mensinkronisasikan data secara reguler.
"Terkait dengan sinkronisasi, kita tahu meskipun e-Coklit ini tidak running well, tetapi ada kalanya berjalan dengan normal. Oleh karena itu tolong teman-teman KPU Kabupaten/Kota untuk perintahkan semua Pantarlih agar melakukan sinkronisasi data secara reguler," imbuh Partono.
Hadir langsung dalam rakor tersebut Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Sunardi didampingi oleh Anggota Partono dan Deti Kurniawati, serta jajaran Sekretariat KPU Provinsi DKI Jakarta. Ketua Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Munandar Nugraha didampingi Anggota Siti Rahmah, Burhanudin dan Mahyudin turut hadir dalam rakor tersebut. Mewakili KPU Kabupaten/Kota, yaitu Anggota Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Kasubbag Perencanaan, Data dan Informasi, serta Operator Sidalih