Berita Terkini

Refleksi Pemilu 2019, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU DKI Jakarta ingatkan pentingnya Kesehatan dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang

Jakarta-Melihat semakin dekatnya Pemilu 2024 maka yang menjadi perhatian adalah persiapan penyelenggaraan Pemilu yang harus optimal. 

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Provinsi DKI Jakarta Dody Wijaya mengungkapkan bahwa terdapat 894 petugas meninggal dunia dan 5.175 petugas mengalami sakit dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 lalu. 

"Melibatkan Dinas Kesehatan dan management bimbingan teknis (bimtek) yang efektif dalam penyelenggaraan Pemilu kali ini sangat penting dilakukan sebagai upaya meminimalisir kejadian Pemilu 2019 terjadi kembali" kata Dody dalam rapat koordinasi Persiapan Pemungutan dan Penghitungan Suara di Jakarta pada Rabu, (4/10).

Menurut Dody, beban kerja dan riwayat penyakit (komorbid) menjadi faktor utama banyaknya petugas yang sakit dan meninggal dunia pada penyelenggaran Pemilu 2019 lalu. 

"Refleksi Pemilu 2019 lalu, kedepan kita harus maksimal dalam bagaimana reqruitment KPPS yang efektif, screening KPPS dari segi kesehatan, bimtek yang efektif dan efisien serta memberikan pemahaman dalam menghadapi management krisis pada saat terjadi persoalan" tambahnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Wahyu Dinata juga menegaskan bahwa kedepan seluruh anggota KPPS wajib diberikan bimbingan teknis pemungutan dan penghitungan suara yang maksimal. 

"Bimtek KPPS merupakan tahapan paling krusial dalam pemungutan dan penghitungan suara kedepan. Oleh karena itu, narasumber dalam bimtek harus bener-bener memahami betul kondisi dilapangan dalam upaya menyamakan pemahaman kepada seluruh Anggota KPPS" jelas Wahyu. 

Selain itu, Kepala Bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat KPU Provinsi DKI Jakarta Binsar ST Siagian menambahkan bahwa terdapat 4 komponen utama dalam strategi bimbingan teknis KPPS diantaranya adalah narasumber, peserta, materi dan metode strategi pelaksaanannya. 

"Karna memang dalam bimbingan teknis jika hanya menyampaikan materi nya saja akan sulit untuk diterima, untuk itu simulasi pemungutan dan penghitungan suara secara langsung penting dilakukan kedepan agar temen-temen KPPS nanti bisa langsung mempraktekannya" tambah Binsar.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 139 kali