Berita Terkini

KPU DKI Jakarta Gelar Debat ketiga calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta gelar debat ketiga pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2024 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat pada Minggu, (18/11).   Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta Wahyu Dinata mengatakan Jakarta sebagai kota metropolitan akan bertransformasi menjadi kota global dan memiliki tantangan serta persoalan yang harus dihadapi oleh kepala daerah.   Oleh karena itu debat ketiga ini akan menghadirkan informasi penting bagi masyarakat Jakarta dalam membuka khasanah wawasan terhadap visi misi dan program kerja masing-masing pasangan calon.   "Dalam debat pamungkas kali ini akan menjadi sarana kampanye yang menambahkan referensi bagi pemilih untuk berpartisipasi aktif dalam Pilgub DKI Jakarta 27 November 2024 mendatang"   Pada debat ketiga ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menampilkan cuplikan video yang berisi ungkapan warga Jakarta terkait dengan tema debat ketiga Pilkada DKI Jakarta, yakni lingkungan perkotaan dan perubahan iklim.   Hal itu dilakukan dalam rangka memperkuat pertanyaan dari para panelis pada tema debat ketiga.   Kegiatan ini juga dihadiri langsung Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Wahyu Dinata, Dody Wijaya, Astri Megatari, Nelvia Gustina, Irwan Supriadi Rambe, Fahmi Zikrillah, Muhammad Tarmizi dan Sekretaris KPU Provinsi DKI Jakarta Dirja Abdul Kadir.   Debat kali ini melibatkan 7 panelis yang terdiri dari Anton Aliabbas, SPi, MSi, MT, PhD-Dosen Universitas Paramadina, Dr.drs.Yayat Supriyatna, MSP - Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Trisakti, Harry Ara Hutabarat, SH, MH - Ketua Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta, Dr.Arisman - Pakar Ekonomi Lingkungan, Dosen FEB UIN Jakarta dan Direktur Eksekutif Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Indonesia, Dr. Endang Sulastri, M.Si - Dosen Magister Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta, Karyono Wibowo - Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) dan Suci Fitriah Tanjung - Direktur Eksekutif WALHI Jakarta.

KPU Provinsi DKI Jakarta Terima Pendaftaran Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2024 Pramono Anung dan Rano Karno

#TemanPemilih Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Tahapan Pendaftaran Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2024 pada 27-29 Agustus 2024 di kantor KPU DKI Jakarta.  Pada hari kedua, Rabu (28/08/2024), pukul 11.04 WIB, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mendaftarkan Pramono Anung dan Rano Karno sebagai Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2024. Delegasi Partai Politik Pengusul dan Bakal Pasangan Calon ini disambut oleh Sekretaris KPU Provinsi DKI Jakarta Dirja Abdul Kadir dan diterima oleh Ketua KPU DKI Jakarta Wahyu Dinata, Anggota KPU DKI Astri Megatari, Fahmi Zikrillah, Dody Wijaya, Muhammad Tarmizi, Irwan Supriadi Rambe dan Nelvia Gustina serta disaksikan oleh Bawaslu Provinsi DKI Jakarta.  #kpudki #KPUMelayani #PilkadaSerentak2024

KPU Provinsi DKI Jakarta Terima Pendaftaran Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Tahun 2024 Ridwan Kamil dan Suswono

#TemanPemilih Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Tahapan Pendaftaran Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2024 pada 27-29 Agustus 2024 di kantor KPU DKI Jakarta.  Pada hari kedua, Rabu (28/08/2024), pukul 13.53 WIB,  Gabungan Partai Politik Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Golongan Karya, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Demokrat, Partai Perindo, Partai Garda Republik Indonesia, Partai Bulan Bintang, Partai Solidaritas Indonesia dan Partai Gelombang Rakyat Indonesia  mendaftarkan Ridwan Kamil dan Suswono sebagai Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2024. Delegasi Partai Politik Pengusul dan Bakal Pasangan Calon ini disambut oleh Sekretaris KPU Provinsi DKI Jakarta Dirja Abdul Kadir dan diterima oleh Ketua KPU DKI Jakarta Wahyu Dinata, Anggota KPU DKI Astri Megatari, Fahmi Zikrillah, Dody Wijaya, Muhammad Tarmizi, Irwan Supriadi Rambe dan Nelvia Gustina serta disaksikan oleh Bawaslu Provinsi DKI Jakarta.  #kpudki #KPUMelayani #PilkadaSerentak2024

Coffee Morning di KPU DKI Jakarta Diskusikan Sejumlah Perkembangan Terkini Pilkada

Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta menggelar Coffee Morning bersama awak media dikantor KPU DKI Jakarta, Senin (22/7).  "Peran serta media penting dalam membangun kondusifitas di masyarakat, khususnya untuk menyampaikan informasi terbaru dari tahapan Pilgub DKI Jakarta yang sedang atau akan berjalan. Tahapan yang saat ini sedang dijalani yaitu pemutakhiran data pemilih dan verifikasi faktual dukungan dari bakal calon perseorangan" kata Ketua KPU DKI Jakarta Wahyu Dinata. Pada kesempatan yang sama, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU DKI Astri Megatari juga menjelaskan mengenai temuan Bawaslu DKI Jakarta sebanyak 42 Pantarlih yang tidak dapat menunjukkan SK.“Bahwa dalam menjalankan tugas di lapangan, berdasarkan PKPU nomor 7 tahun 2024 maupun Buku Kerja Pantarlih, tidak ada ketentuan yang menyebutkan bahwa Pantarlih harus menunjukkan SK Pantarlih kepada pengawas pada saat tugas di lapangan. Dalam melaksanakan tugas di lapangan Pantarlih dibekali atribut sebagai identitas yaitu topi, rompi dan kartu identitas,” jelas Astri.  Saat ini, per tanggal 22 Juli 2024, KPU DKI Jakarta telah berhasil mencoklit sebanyak 8.314.126 atau 99,98% dari 8.315.669 pemilih. "KPU Kabupaten/Kota yang 100 % telah selesai melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Data Pemilih yakni Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Timur" kata Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Provinsi DKI Jakarta Fahmi Zikrillah  Fahmi juga mengajak warga Jakarta untuk mengecek apakah namanya sudah terdaftar sebagai pemilih di Pilkada 2024 atau belum. “Saya mengajak, menghimbau kepada seluruh masyarakat Jakarta untuk mengecek namanya melalui website cekdptonline.kpu.go.id. Jika belum terdaftar dapat segera melaporkan ke PPS, PPK ataupun KPU kabupaten/kota setempat,” jelas Fahmi. Ketua Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Provinsi DKI Jakarta Dody Wijaya  kemudian menjelaskan mengenai perkembangan tahapan verifikasi faktual. “Pelaksanaan verifikasi faktual dukungan calon perseorangan sudah selesai dilakukan di tanggal 21 Juli kemarin. Hari ini, berlangsung rekapitulasi verifikasi faktual di tingkat kecamatan, dilanjutkan besok di kabupaten/kota dan terakhir pada hari Rabu (24/7) di tingkat provinsi,” ujar Dody.   Proses verifikasi faktual dilakukan sejak 11 Juli hingga 21 Juli 2024 oleh PPS dan PPK menggunakan metode sensus dengan menemui langsung pendukung di tempat tinggalnya atau di tempat lain. "Verifikasi faktual dilakukan untuk membuktikan kebenaran atas identitas pendukung dan apakah orang tersebut benar mendukung atau tidak" tambahnya.

KPU DKI JAKARTA UMUMKAN DAFTAR PEMILIH SEMENTARA

Jakarta-Pasca menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemiih Sementara (DPS) untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2024, KPU DKI Jakarta mengumumkan DPS kepada masyarakat. Pengumuman tersebut disampaikan melalui website KPU DKI Jakarta, media sosial, juga melalui papan pengumuman yang terdapat di masing-masing kantor kelurahan. Ketua Divisi Data dan Informasi KPU DKI Jakarta, Fahmi Zikrillah berharap masyarakat dapat mencermati DPS yang sudah ditetapkan oleh KPU. Pengumuman DPS tersebut bertujuan untuk menerima masukan dan tanggapan Masyarakat, sebagaimana diatur dalam PKPU 7 tahun 2024 pasal 34 ayat 4. Lebih lanjut, Fahmi mengajak seluruh warga Jakarta untuk berpartisipasi aktif untuk mengecek apakah namanya sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum melalui laman: cekpdtonline.kpu.go.id.   “Jika masih terdapat kekeliruan pada DPS yang sudah ditetapkan, ataupun ada warga Jakarta yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih, namun belum terdaftar dalam DPS, atau ada warga yang sudah tidak memenuhi syarat (TMS) masih terdaftar dalam DPS, maka masyarakat dapat melapor ataupun memberikan tanggapannya kepada PPS di kantor kelurahan, atau PPK di kantor Kecamatan maupun KPU Kabupaten/Kota setempat”, ujar Fahmi. Fahmi menambahkan, masukan dan tanggapan Masyarakat dapat disampaikan sampai tanggal 27 Agustus 2024, sehingga diharapkan proses pemutakhiran data pemilih dapat menghasilkan data pemilih yang akurat, mutakhir dan komprehensif. Fahmi mengatakan bahwa terdapat 8.248.283 pemilih yang tersebar di 14.832 TPS se DKI Jakarta. Angka tersebut berkurang jika dibandingkan dengan Daftar Pemilih pada pemilu 2024 yaitu 8.252.897 pemilih.  “Betul ada penurunan jumlah pemilih dari DPT pemilu 2024 sebanyak 4.614 pemiih”, ungkap Fahmi.  Menurutnya, penurunan data pemiih tersebut disebabkan banyak pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat (TMS), seperti meninggal dunia, alih status dari sipil ke TNI/Polri, pindah administrasi kependudukan, dan sebagainya.

Mendagri Ajak Masyarakat Sukseskan Pemutakhiran Data Pemilih Pilkada 2024

Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta melakukan proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih di kediaman Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, di Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (20/7/2024). Proses coklit dilakukan petugas Panitia Pemuthakiran Data Pemilih (Pantarlih) Kelurahan Senayan, Jakarta Selatan bernama Shilfana didampingi Anggota KPU DKI Jakarta Fahmi Zikrillah dan Ketua KPU Jakarta Selatan Taqiyuddin serta anggota Mega Agustin dan diawasi langsung oleh pengawas pemilu. "Assalamualaikum, selamat sore Bapak Menteri. Kedatangan kami di sini ingin melakukan pencocokan dan penelitian atau yang biasa disebut coklit, karena nama bapak dan keluarga terdaftar di TPS 001, kelurahan Senayan” ujar Fahmi saat bertemu Mendagri. Pantarlih kemudian mencocokkan dan meneliti (coklit) kebenaran data yang ada di dalam formulir daftar pemilih dengan dokumen kependudukan Mendagri. “Apakah sudah benar data Bapak dan keluarga yang ada di dalam daftar pemilih?” tanya Shilfana. “Ya sudah betul semua", jawab Tito. Seusai proses coklit Mendagri kemudian diminta menandatangani stiker coklit dan formulir A. Tanda Bukti Coklit, sebagai bukti bahwa Mendagri sudah dicoklit dan terdaftar sebagai pemilih pada pilkada Jakarta mendatang. Stiker itu kemudian ditempelkan Shilfana di pintu masuk kediaman mendagri. Seusai coklit Mendagri menyampaikan proses tersebut merupakan bukti dirinya dan keluarga sudah terdaftar sebagai pemilih pada Pemilu 2024. “Hari ini saya dan keluarga sudah dicoklit dan terdaftar sebagai pemilih di Pilkada 2024.” terang Mendagri. Mendagri mengimbau masyarakat agar bersama-sama menyukseskan pemutakhiran data pemilih demi suksesnya Pilkada 2024. " Data pemilih yang akurat, mutakhir dan komprehensif adalah salah satu indikator kesuksesan pilkada mendatang. Untuk itu saya mengajak agar masyarakat bersama-sama menyukseskan pelaksanaan coklit pilkada 2024", ungkap Mendagri. Sementara itu, Ketua Divisi Data dan Informasi KPU DKI Jakarta, Fahmi Zikrillah mengajak warga Jakarta untuk mengecek apakah namanya sudah terdaftar sebagai pemilih di Pilkada 2024 atau belum. “Saya mengajak, mengimbau seluruh masyarakat Jakarta untuk mengecek namanya melalui website cekdptonline.kpu.go.id. Jika belum terdaftar dapat segera melaporkan ke PPS, PPK ataupun KPU kota setempat,” jelas Fahmi. Coklit adalah salah satu kegiatan pemutakhiran data pemilih yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) dengan menemui pemilih secara langsung dari rumah ke rumah hingga 24 Juli 2024.