Berita Terkini

Jajaran KPU Provinsi DKI Jakarta Tinjau Produksi Kotak dan Bilik Suara Pemilu 2024

Jakarta-"Kami ingin memastikan post produksi dari kotak suara dan bilik suara untuk wilayah Provinsi DKI Jakarta, apakah sudah sesuai dengan panduan produksi KPU RI." Hal ini diungkapkan Anggota KPU Provinsi DKI Jakarta Astri Megatari pada saat melakukan peninjauan produksi kotak suara dan bilik suara Pemilu tahun 2024 di PT. Cipta Multi Buana Perkasa, Tangerang pada Jumat,(13/10). Kegiatan ini merupakan rangkaian monitoring KPU Provinsi DKI Jakarta dalam memastikan  kualitas kotak suara dan bilik suara sudah sesuai standar yang dicanangkan. Pada kesempatan itu, Komisioner KPU Provinsi DKI Jakarta beserta jajaran Sekretariat berkeliling melakukan observasi langsung produksi kotak dan bilik suara yang akan digunakan pada Pemilu Tahun 2024 mendatang.  Sebagai informasi, ukuran kotak suara ini memiliki panjang 40 cm, lebar 40 cm, serta tinggi 60 cm berbahan karton duplex yang kuat dan kedap air. Bukan hanya terjangkau, Karton Duplex juga dipilih sebagai bahan kotak suara karena lebih efisien.  Dalam kunjungannya, hadir juga Anggota KPU Provinsi DKI Jakarta Dody Wijaya dan Irwan Supriyadi Rambe beserta jajaran Sekretariat KPU Provinsi DKI Jakarta.

Pastikan Logistik Sesuai, KPU Provinsi DKI Jakarta Tinjau Produksi Tinta Pemilu 2024

akarta-Tahapan Pemilu Serentak Tahun 2024 terus berjalan. Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara mulai menyiapkan sejumlah keperluan pelaksanaan Pemilu. Kali ini, Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Wahyu Dinata didampingi oleh Ketua Divisi Perencanaan dan Logistik KPU Provinsi DKI Jakarta Nelvia Gustina meninjau langsung perusahaan penyedia tinta untuk Pemilu 2024 di PT. Kudo Indonesia Jaya, Jakarta pada Kamis,(12/10). "Kami kesini dalam rangka ingin memastikan bahwa produksi logistik ini sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan" kata Nelvia.  Sebelumnya, Universitas Andalas (UNAND) dan PT Kudo Indonesia Jaya secara resmi merilis tinta Pemilu inovatif hasil penelitian yang menggunakan bahan utama dari gambir.  Tinta yang bervolume 40 ml per botol ini merupakan tinta organik yang ramah lingkungan atau eco-friendly. Selain itu, tinta ini juga memiliki sertifikasi halal dari kementerian/lembaga yang membidangi urusan kehalalan produk. Perlu diketahui, PT KIJ merupakan penyedia produk tinta berbasis tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

KPU DKI Jakarta Tinjau Persiapan Logistik Tahap Satu

Jakarta-Jajaran KPU Provinsi DKI Jakarta meninjau langsung produksi kotak suara dan bilik suara Pemilu Tahun 2024 di kantor penyedia di wilayah Tanggerang pada Sabtu (7/10).  Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Wahyu Dinata bersama Anggota Nelvia Gustina, Fahmi Zikrillah dan Muhammad Tarmizi serta jajaran Sekretariat KPU Provinsi DKI Jakarta mengecek langsung proses produksi kotak dan bilik suara Pemilu 2024. "Kami kesini dalam rangka memastikan bahwa proses produksi logistik ini sesuai dengan spesifikasi dan regulasi yang ada" kata Nelvia.  Sebelumnya, Sekretaris KPU Provinsi DKI Jakarta Dirja Abdul Kadir menyampaikan bahwa pengadaan logistik Pemilu ini sudah melalui kontrak payung antara KPU RI dan LKPP.  Logistik Pemilu berupa surat suara masuk pengadaan tahap kedua, pengadaan logistik tahap kedua ini harus menunggu proses penetapan daftar calon tetap (DCT) yang memuat nama calon. Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022, pencalonan Anggota DPD, DPR, DPRD Provinsi, serta DPRD Kabupaten/Kota akan berakhir pada tanggal 25 November 2023. Untuk pencalonan Presiden dan Wakil Presiden, akan dimulai pada tanggal 19 Oktober sampai tanggal 25 November 2023. Setelah diproduksi, logistik tersebut akan di distribusikan dari penyedia ke seluruh gudang penerimaan awal logistik pemilu di 6 satker KPU Kabupaten/Kota se-Provinsi DKI Jakarta.

Mulai Diproduksi, KPU DKI Gelar Rapat Kerja Penataan dan Distribusi Logistik Pemilu Tahun 2024

Jakarta-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta menggelar rapat kerja Penataan dan Distribusi Logistik Pemilu Tahun 2024 di kantor KPU DKI Jakarta, Jakarta Pusat pada Kamis,(5/10). Ketua Divisi Perencanaan dan Logistik KPU Provinsi DKI Jakarta Nelvia Gustina menyampaikan bahwa terdapat beberapa kriteria logistik pemilu yang diantaranya adalah tepat jenis, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat waktu, tepat sasaran dan tepat biaya. "Terkait dengan sewa gudang logistik, saya berharap dalam waktu dekat kedepan KPU Kabupaten/Kota sudah tanda tangan kontrak, agar bisa memaksimalkan kriteria logistik tadi yaitu tepat waktu" kata Nelvia.  Hal lain yang disampaikan bahwa saat ini KPU Provinsi DKI Jakarta telah melakukan pengadaan logistik pemilu tahap satu yang sudah diproduksi terdiri dari empat item yaitu kotak suara, bilik suara dan tinta. Sedangkan pengadaan segel berada di KPU Kabupaten/Kota. "Setelah ini kita akan monitoring ke penyedia logistik untuk memastikan betul kesiapan logistik untuk bisa segera distribusikan ke KPU Kabupaten/Kota" tambahnya.  Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris KPU Provinsi DKI Jakarta Dirja Abdul Kadir menyampaikan bahwa pengadaan logistik Pemilu ini sudah melalui kontrak payung antara KPU RI dan LKPP.  "Kita ikuti semua apa yang menjadi arahan dari KPU RI, jangan kita main-main. Lakukan sesuai dengan aturan dan regulasi dari KPU RI"  Selain itu, Dirja juga menyampaikan dalam teknis distribusi logistik Pemilu penting adanya penyeragaman waktu dalam pelaksanaan distribusi logistik di setiap KPU Kabupaten/Kota se-Provinsi DKI Jakarta.   "Dalam proses distribusi dipastikan harus ada dokumentasi dan Berita Acara yang dilakukan secara detail di setiap pengadaan tersebut sudah turun ke KPU Provinsi dan KPU Kab/Kota" kata Dirja.  Selain itu, terkait dengan keamanan gudang logistik, dirinya juga berharap bahwa semua tempat yang akan dijadikan gudang penyimpanan logistik Pemilu di Provinsi DKI Jakarta itu sudah dilengkapi dengan CCTV. "Jumlahnya menyesuaikan dengan luas gudang, pastikan CCTV bisa menjangkau semua area gudang. Untuk itu pemasangan CCTV juga harus pada titik strategis, selain itu juga pastikan kualitas CCTV terbaik" tambahnya.  Dalam rapat ini, seluruh satker KPU Kabupaten/Kota se-Provinsi DKI Jakarta menyampaikan persiapan logistik Pemilu 2024 terutama kesiapan gudang penerimaan awal.

Koordinasi Awal Terkait Kampanye Pemilu 2024

Jakarta-Dalam rangka mempersiapkan tahapan Kampanye Pemilu 2024, KPU Provinsi DKI Jakarta menggelar Rapat Koordinasi Fasilitas Pemasangan Alat Peraga Kampanye dan Titik Kampanye Rapat Umum di Kantor KPU Provinsi DKI Jakarta pada Kamis (5/10). Anggota KPU Provinsi DKI Jakarta Muhammad Tarmizi mengatakan bahwa tujuan rakor ini adalah untuk memperjelas kewenangan masing-masing satuan kerja dan menyamakan perspektif mengenai kampanye Pemilu serentak 2024. “Misal jika ingin melaksanakan kampanye di fasilitas pemerintahan itu seperti apa, apa kaitannya dengan KPU Provinsi dan apa kaitannya dengan KPU Kabupaten/Kota”. Berdasarkan PKPU Pasal 26 Nomor 15 Tahun 2023 kampanye dapat dilakukan dengan cara di antaranya pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka atau dialog, penyebaran bahan kampanye kepada publik, pemasangan alat peraga kampanye (APK) yang masih harus mengikuti aturan, melalui media sosial dan iklan media baik cetak maupun elektronik. Dalam kesempatan yang sama, Anggota KPU Irwan Supriadi Rambe mengatakan bahwa dalam waktu dekat KPU Provinsi akan melakukan sosialisasi kampanye kepada pemangku kepentingan terkait, sehingga informasi kampanye bisa tersampaikan dengan baik dan tepat.  "Untuk lokasi juga perlu diperhatikan dan nanti akan ada rapat dimana mengundang seluruh pihak-pihak terkait sehingga meminimalisir terjadinya miskomunikasi" ujar Rambe. Sebagai informasi, pemasangan alat peraga kampanye dilarang pada tempat ibadah, rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah dan lembaga pendidikan. Ketua Divisi Teknis Penyelenggaran Pemilu KPU Provinsi DKI Jakarta Dody Wijaya berharap semua satker KPU Kabupaten/Kota bisa memahami secara utuh secara detail terkait dengan PKPU Nomor 15 Tahun 2023 Tentang Kampanye.

Refleksi Pemilu 2019, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU DKI Jakarta ingatkan pentingnya Kesehatan dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang

Jakarta-Melihat semakin dekatnya Pemilu 2024 maka yang menjadi perhatian adalah persiapan penyelenggaraan Pemilu yang harus optimal.  Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Provinsi DKI Jakarta Dody Wijaya mengungkapkan bahwa terdapat 894 petugas meninggal dunia dan 5.175 petugas mengalami sakit dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 lalu.  "Melibatkan Dinas Kesehatan dan management bimbingan teknis (bimtek) yang efektif dalam penyelenggaraan Pemilu kali ini sangat penting dilakukan sebagai upaya meminimalisir kejadian Pemilu 2019 terjadi kembali" kata Dody dalam rapat koordinasi Persiapan Pemungutan dan Penghitungan Suara di Jakarta pada Rabu, (4/10). Menurut Dody, beban kerja dan riwayat penyakit (komorbid) menjadi faktor utama banyaknya petugas yang sakit dan meninggal dunia pada penyelenggaran Pemilu 2019 lalu.  "Refleksi Pemilu 2019 lalu, kedepan kita harus maksimal dalam bagaimana reqruitment KPPS yang efektif, screening KPPS dari segi kesehatan, bimtek yang efektif dan efisien serta memberikan pemahaman dalam menghadapi management krisis pada saat terjadi persoalan" tambahnya.  Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Wahyu Dinata juga menegaskan bahwa kedepan seluruh anggota KPPS wajib diberikan bimbingan teknis pemungutan dan penghitungan suara yang maksimal.  "Bimtek KPPS merupakan tahapan paling krusial dalam pemungutan dan penghitungan suara kedepan. Oleh karena itu, narasumber dalam bimtek harus bener-bener memahami betul kondisi dilapangan dalam upaya menyamakan pemahaman kepada seluruh Anggota KPPS" jelas Wahyu.  Selain itu, Kepala Bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat KPU Provinsi DKI Jakarta Binsar ST Siagian menambahkan bahwa terdapat 4 komponen utama dalam strategi bimbingan teknis KPPS diantaranya adalah narasumber, peserta, materi dan metode strategi pelaksaanannya.  "Karna memang dalam bimbingan teknis jika hanya menyampaikan materi nya saja akan sulit untuk diterima, untuk itu simulasi pemungutan dan penghitungan suara secara langsung penting dilakukan kedepan agar temen-temen KPPS nanti bisa langsung mempraktekannya" tambah Binsar.