Dalam rangka menghadapi pelaksanaan Tahapan Pemilihan Umum, khusunya tahapan Pendaftaran, Verifikasi dan Penetapan Partai Politik Calon Peserta Pemilu 2024, jajaran Bawaslu Provinsi DKI Jakarta mendatangi Kantor KPU Provinsi DKI Jakarta di Salemba. Rombongan Bawaslu terdiri dari Ketua M. Jufri yang didampingi oleh Komisioner Mahyudin, Burhan, dan Siti Khofifah, serta Sekretaris Bawaslu dan sejumlah staf Sekretariat. Tamu dari Bawaslu tersebut diterima oleh Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Sunardi dan seluruh Anggota KPU Provinsi DKI Jakarta, serta Sekretaris dan Kabag Teknis dan Hupmas Binsar Siagian. Dalam sambutannya Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta menyampaikan selamat datang kepada para tamu seraya memberitahu keberadaan Kantor KPU Provinsi DKI Jakarta. “Inilah rumah kami rumah demokrasi, tempat kami jajaran KPU Provinsi DKI Jakarta melaksanakan berbagai aktifitas untuk menjalankan tahapan pemilihan umum, semoga nyaman di sini.” sambut Sunardi. Sementara M. Jufri, Ketua Bawaslu DKI Jakarta menyampaikan terima kasihnya kepada jajaran KPU Provinsi DKI Jakarta yang telah menyambut dengan baik kedatangan mereka. “Terimakasih atas penyambutannya. Ini adalah kunjungan balasan sekaligus koordinasi terkait telah berjalannya tahapan pendaftaran partai politik.” tegas M. Jufri. Kunjungan Bawaslu ini ibaratnya adalah kunjungan balasan, karena KPU Provinsi DKI Jakarta juga telah melakukan kunjungan yang sama ke Kantor Bawaslu DKI Jakarta pada Juni lalu. Seperti diberitakan sebelumnya bahwa KPU Provinsi DKI Jakarta dalam upayanya menyukseskan pelaksanaan tahapan pemilihan umum telah melakukan kunjungan silaturrahmi ke Bawaslu Provinsi DKI Jakarta. Kunjungan tersebut dilaksanakan pada 22 Juni 2022 di Kantor Bawaslu Provinsi DKI Jakarta di Jl. M.T. Haryono . Lebih lanjut M. Jufri menjelaskan bahwa banyak tujuan kedatangan mereka di sini, termasuk ingin memperoleh informasi terkini tentang pendaftaran dan verifikasi partai politik yang saat ini tengah berlangsung oleh KPU RI, karena di Bawaslu saat ini belum ada badan Adhock (Panwascam), agar tidak ada perbedaan pemahaman dan salah pengertian.